Pidatato Sikap Seorang Santri Di Era Globalisasi

السلام عليكم ورحمة الله ربركاته

الحمد لله رب العلمين والصلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين سيدنا محمد, وعلى اله وصحبه اجمعين اما بعد.

Yang terhormat pengasuh pondok ................
Yang kami hormati jajaran pengurus pondok ...............
Yang kami hormati asatidz dan asatidatz pondok...............
Yang kami hormati panitia lomba.........................
Dan tak lupa teman-teman yang senasib dan seperjuangan.

Hadirin yang berbahagia
Puji syukur kehadiran allaah swt, yang telah memberikan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat.

Sholawat dan salam tetap tercurahkan kepada nabi kita nabi Muhammad saw, yang mana beliau telah mengangkis kita dari zaman jahiliyah menuju zaman Islamiyah yakni syariat agama islam yang kita anut bersama.

Hadirin yang berbahagia
Pada kesempatan pagi ini saya akan berpidato yang bertema sikap seorang santri di era globalisasi, sesuai dengan tema yang telah di tentukan oleh panitia.

Hadirin yang berbahagia
Maraknya arus informasi menjadi trending diera globalosasi, masyarakat yang dulu masih tradisional kini mulai radikal dan liberal, sikap sosial semakin menipis terkikis budaya kapitalis.

Mas…. Mbak…. Kalua dulu mainannya karet sekarang berpindah menjadi mainannya internet, jadi sudah tidak heran lagi kalua santri sudah tidak bias jauh dari yang namanya hp. Ngaji bawa hp, istighosah bawa hp setiap kegiatan bawa hp. Semuanya berlomba-lomba mencari kesenangan dunia, urusan akhirat tak terpikirkan. Hadirin diakui atau tidak dunia arus globalisasi memang membawa dampak positif bagi kita semua, orang semakin hebat, informasi cepat kita dapat, berita mudah kita tangkap, bias kita lihat sekarang juga namun, harus diingat carut marutnya keadaan kemungkaran kian diagungkan, tontonan menjadi tuntunan, kebaikan sudah diabaikan semua penyebabnya adalah dampak negative di era globalisasi

Hadirin yang berbahagia
Oleh karenanya kita sebagai santri sikap apa yang harus dilakukan, yang kita harus lakukan sebagai santri singsingkan lengan baju kita rapatkan barisan kita getakkan amal makruf nahi munkar. Santri jaman sekarang tidak hanya di tuntut bias baca al quran, bisa baca kitab kuning, bisa baca barsenjih tapi santri zaman sekarang di tuntut seperti tokoh ulamaurrosyidin, santri zaman sekarang dituntut tampil seperti umar.

Masmas… mbak… mbak.. ini imam tapi jendral, jendral tapi imam. Imam lantaran mampu memimpin Jemaah dalam masjid, jendral lantaran beliau pemimpin di medan perang. Kegagahannya, keperkasaannya dicurahkan demi memperluas dan mempertahankan agama islam.

Santri tampil seperti ali bin abi tholib. Pemuda intelek, masih muda tapi rela mengorbankan raganya demi keselamatan rasulalloh di malam hijrah.

Oleh sebab itu santri di era globalisasi ini santri harus tampil di depan menjadi pelopor bukan pelakor, karena bangsa dan negara tidak hanya butuh orang-orang pintar, tapi pintar yang benar yang berjiwa mekah berotak London.

Hadirin yang berbahagia
Hanya ini yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf.

Assalamualaikum.
0Comments

Previous Post Next Post