Pengertian Pidato Fungsi dan Cara Berpidato yang Baik

Pidato merupakan kegiatan seseorang yang dilakukan di hadapan orang banyak dengan mengandalkan kemampuan bahasa sebagai alatnya. Pada saat berpidato sudah dapat dipastikan bahwa akan terjadi hubungan antara yang berpidato dengan yang diberi pidato. Oleh sebab itu maka sebelum berpidato, mereka hendaknya mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya agar tercapai apa yang diharapkannya. Pertama-tama pemidato harus menyadari benar apa fungsi pidato yang dilakukannya itu.

Beberapa fungsi pidato tersebut dapat dilihat di bawah ini:

  • Menyampaikan informasi kepada pendengarnya
  • Mendidik
  • Mempengaruhi pendengar
  • Menghibur
  • Propaganda
  • Penyambung lidah orang lain

Dengan melihat beberapa fungsi pidato itu maka seorang dapat dengan lebih jelas menentukan sikap pada saat akan atau ketika berpidato. Bahkan dengan mengetahui manfaat tersebut seseorang yang berpidato dapat mengukur, apakah pidatonya itu berhasil atau gagal.

Bagaimana cara berpidato yang baik?

Berpidato yang baik harus menggunakan cara dengan sengaja dipersiapkan. Mengapa harus berpidato dengan baik? Jawabnya tentu agar tujuan berpidato itu sendiri tercapai sesuai dengan fungsinya.

Berpidato yang baik harus memenuhi beberapa syarat yang harus diperhatikan, di antaranya :

Berbusana dengan sopan

Sesuaikan pakaian dengan melihat situasi, macam latar belakang pendengarnya, acara yang akan disuguhkan panitia. Misalnya saja, seseorang tampak tepat jika pada saat akan berpidato perihal agama lalu mempergunakan baju muslim, misalnya dengan bersongkok. Tidak perlu seseorang berpakaian jas resmi berdasi sementara acara yang akan dibawakannya hanya berpidato di hadapan murid-murid SD atau SMP.

Berbahasa dengan baik

  • Vokal harus terdengar hingga pendengar paling belakang, tapi janganlah memberi kesan berteriak-teriak.
  • Pergunakan bahasa yang sopan, sesuai dengan tingkat bahasa pendengarnya. 
  • Harus ada improvisasi yang segar dengan pandai memilih kosakata yang baik.
  • Pergunakan bahasa yang komunikatif. 
  • Pergunakan kosakata-kosakata yang sesuai dengan bobot isi pidato.
  • Jangan mempergunakan bahasa yang verbalis. Misalnya mempergunakan istilah asing yang berpidato sendiri tidak mengerti artinya.
  • Jangan monoton baik vokal maupun isi pidato.
  • Pergunakan bahasa baku jika berpidato dalam forum resmi. Misalnya seminar, rapat, sidang dan sebagainya.

Bahan pidato/materi pidato harus baik

Pidato yang baik adalah pidato yang memperhatikan kualitas materi pidato. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan hal itu ialah :

  • Materi pidato harus sesuai dengan yang diinginkan pendengar
  • Isi pidato harus aktual, tidak basi, namun segar
  • Isi pidato harus merupakan sesuatu yang berhubungan erat dengan permasalahan yang sedang timbul di masyarakat pendengar.
  • Isi pidato harus disesuaikan dengan waktu yang disediakan panitia.
  • Jangan terlalu banyak improvisasi sementara menimbulkan kesan berpidato seenaknya.
  • Persiapkan teks jika pidatonya menyangkut hal-hal yang secara faktualnya harus otentik. 
  • Jangan mempergunakan materi yang justru bertentangan dengan kemauan, adat, norma, agama atau tatanan yang dianut oleh masyarakat pendengar.

Penampilan atau Performance

Agar tidak menimbulkan kesan seenaknya maka seorang pemidato hendaknya mampu menampilkan dirinya secara baik di depan pendengar atau penontonnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar mampu tampil dengan baik ialah :

  • Tampillah dengan rasa percaya diri, tidak minder, rendah diri, takut, bingung atau grogi.
  • Tampil dengan kondisi tubuh yang prima.
  • Menunjukkan diri kepada pendengar bahwa pemidato memiliki wawasan yang luas.
  • Tidak terlalu vulgar menggurui pendengar. Materi pidato hendaknya dikemas sedemikian rupa sehingga dapat diterima pendengar secara pelan namun pasti.
  • Tidak memutar balik materi pidato sehingga bertentangan dengan fakta. Lebih runyam jika materi pidato ada yang saling bertentangan. Akhirnya timbul kesan tidak profesional atau amatiran.
  • Psikologis tidak labil, sehingga timbul kesan konsekwen dan bertanggung jawab terhadap isi pidato.
  • Jangan memvonis pendengar dengan memaksakan pendapat atau kehendak.

Dengan mengamati berbagai hal tentang pidato di atas maka dapat diperkirakan bagaimana seharusnya menjadi pemidato yang baik, yang berhasil. Berbagai persyaratan pidato hendaknya dianggap sebagai satu paket syarat yang sudah tentu harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Sebagai contoh, bahwa seorang pemidato bukan saja cukup hanya dengan bekal materi pidato yang bagus untuk mencapai hasil maksimal, namun lebih dari itu materi pidato harus bagus di samping memperhatikan juga perihal bahasa, dan busana serta performancenya. Jangan lupa, lihat dulu tujuan yang mana yang hendak dicapai pada saat berpidato. Barulah ditentukan langkah apa yang hendak ditempuh agar pidatonya dapat berjalan dengan sukses.

0Comments

Previous Post Next Post